linglung


LINGLUNG

DHANDHANGGULA

KARYA “SUNAN PANGGUNG”

TUHU LINGLUNG (TL) 1

Merasuki sastra

Sungguh bisa bikin bingung

Yang diolah senantiasa gagasan

Ilmu diuraikan

Lafal dihitung-hitung

Benar salah dipersoalkan

Maka bukanlah tanda orang berpengetahuan

Jika terpana hanya dalam laku

Merasa malu untuk mengulang bertanya

Seakan telah ia temuklan segala

Padahal belum apa-apa

 

TL 2

Terlebih yang belum yakin benar ia

Terbelenggu hanya oleh tatakrama

Sembahyang sunnah dan fardlu tak putus-putusnya

Agar tertabiri ketidaktahuannya

Puasa dan sedekah

Jugs zakat fitrah-nya

Dijadikan berhala yang dipuja-puja

Sungguh mereka yang sedemikian  terlena

Belum seberapa baktinya

Pengetahuannya masih biasa-biasa saja

 

TL 3

Sepedati penuh kertasnya

Tiada lain yang diperbincangkan

Kenapa sedemikian sesat

Memeluk titipan tanpa sisa

Terlena karena dipercaya

Padahal itu benar-benar disadarinya

NABI, WALI, MUKMIN, Sirna

Hancur , lebur, LULUH, Musanah, hilang

Namuntak dicapainya kekosongan

 

TL 4

Syariat itulah tirai

Karena RUH IDHAFI-lah yang hakiki

Syahdat, Shalawat

Nabi dan Wali, dalam TAUHID

Ditaburi

Oleh tirai

MA’DUM, MA’LUM, TASBIH

Tasbih dan Shalawat

Dijadikan tirai yang menutupi

TL 5

Laku orang luhur itu KEKOSONGAN

Ruhnya tak ada yang tertinggal

Telah dicapainya kesejatian

ADA-nya kekosongan

Maka jika engkau hendak mengetahui

Anugrrah-NYA

Jika engkau sungguh-sungguh hendak mengetahui

Bertanyalah kepada yang PIAWAI

Kalau belum mengenali

 

SULUK BESI *)

DHANDHANG

BESI (BS) 1

Tersebutlah seorang BESI pengembara

Berguru kepada seorang PENHULU BESAR

Minta diajari ilmunya

KIAIKU, katanya, minta kepadaku

Agar diajari ilmu SEJATI

Kalau merasa bodoh

Perhatikan tetesan ilmu yang benar

Yang berufuk di MAKRIFAT

Maka sungguh untuk mengabdi kedatangannya

Secara benar kepada Tuan Penghulu

 

BS 2

Sang Penghulu berkata dengan marah

Sepatah katapun aku tak rela

Kau berada di sini

Karena sudah banyak pengetahuanmu

Orang mulia ialah oran gkota

Aku sayang kepada ilmuku

Kalau kuberikan kepadamu

Tak pantas bagi orang BESI

Sebab tergolong orang hiatam kau ini

 

BS 3

Sang Pengembara menjawab

Tuan hendaklah tak bersikap begitu

Sedemikian menyepelehken

Tuan Penghulu berucsp lagi

Dengan kata yang mengandung kemarahan

Hai orang hitam, pergi

Dari masjid ini!

Jangan berlam-lama di hadapanku

Sungguh tak akan kuberikan ilmu

Kepada manusia awam seperti engkau

 

BS 4

Si Besi tearpana dan mohon dikasihi

Kiai Penghulu, hamba mohon dinasihati

Tentang SAMUDRA YANG LUAS

Dimana TEPINYA?

Tentang PAPAN TANPA TULISAN

BUNGA TERATAI TANPA TELAGA

Apa gerangan maknanya?

Mohontuturkan penjelasannya

SEBENARNYA KITA BERADA DI MANA?

KIAI, KITA berada di mana?

 

BS 5

LAMPU MENYALA TANPA SUMBU

DAUN hijau Tanpa BATANG

MUAZIN tanpa BEDUG

Kemudian , KIAI

MEMINTAL sekali JADI

TANGGAL SATU tapi BULAN PURNAMA

Tuturkanlah apa gerangan maksudnya?

KIAI, mohon tuturkan

Uraikasn maksudnya

Segamblang-gamblangnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s